Tarakan Borneo Diguncang Gempa 5,0 SR

25 Februari 2007

Dikutip dari radartarakan.com. TARAKAN – Tak banyak yang tahu, jika siang kemarin sekitar pukul 12.05, Tarakan diguncang gempa bumi. Gempa bumi tektonik itu hanya berlangsung selama 5 hingga 6 detik. Gempa tektonik ini sangat dirasakan warga yang berada di gedung-gedung bertingkat. Meski demikian gempa juga dirasakan sampai ke Berau.

Tenaga operasional Badan Metreologi dan Geofisika (BMG) Tarakan, Gusti Dahnia menjelaskan, gempa tektonik terjadi pukul 04.05.33 GMT atau pukul 12.05.33 Wita.Kekuatan gempa sendiri mencapai 5,0 skala richter (SR).

Gempa disebabkan adanya pergerakan tanah di kedalaman 44 kilometer. “Titik episentrum (pusat) gempa ini berada pada 212 kilometer barat daya Tarakan, 116,41 derajat bujur timur dan 1,80 derajat lintang utara,” beber Gusti kepada Radar Tarakan, kemarin.

Menurut dia pusat gempa tektonik ini berada di daratan sehingga tidak menimbulkan tsunami, dan (kekuatannya) SR-nya pun masih dibawah 6 SR. “Tsunami terjadi, apabila pusat gempa berada di laut dengan kekuatan diatas 6 SR,” ujarnya. Dia juga menambahkan, belum diketahui adanya informasi gempa susulan, karena data gempa diterima langsung dari BMG pusat sehingga, untuk sementara informasi lebih lanjut belum diterima.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin Kepala BMG Tarakan, Sutadi Rahardjo mengatakan gempa tektonik yang terjadi kemarin masuk kategori kuat. Namun karena episentrumnya jauh, sehingga gempa ini hanya dirasakan gedung-gedung bertingkat. Gempa ini juga juga dirasakan Kabupaten Berau, dengan goncangan yang lebih kuat 2-3 skala MMI (ukuran kekuatan, dengan melihat kerusakan yang diakibatkan gempa). “Saya sendiri, tidak merasakan gempa ini. Karena tidak berada di gedung bertingkat, sehingga saya juga sulit memprediksikan berapa besar yang dirasakan warga Tarakan, khususnya di gedung bertingkat. Tapi tidak ada yang bergeserkan, seperti televisi dan yang lainnya,” ungkap Sutadi balik bertanya.

TAK TAHU ADA GEMPA

Tidak hanya, Sutadi, Gusti yang bertugas di BMG Tarakan, kemarin juga tidak merasakan adanya gempa tersebut. Informasi gempa diketahui setelah, ada informasi dari menara bandara Juata bahwa terjadi gempa. “Saya tahunya, ada gempa setelah ditelepon petugas dari menara bandara. Langsung saya, cek data komputer,” ungkap Gusti.

Bukan hanya Sutadi dan Gusti, banyak warga lainnya juga tak tahu ada gempa. “Wah ngga ada tuh mas. Ngga ngerasa ada gempa,” kata Ririn, warga Juata Laut. Meski demikian ada beberapa warga yang ikut merasakan gempa. “Terasa kok. Bahkan saya keluar rumah. Tapi anehnya saat keluar, tetangga saya mengatakan tak ada apa-apa,” kata Susi, warga Kampung Empat. Gempa memang paling dirasakan di gedung-gedung bertingkat. Gedung Silver Radar Tarakan misalnya. Awak redaksi yang berada di lantai 3 sempat berhamburan keluar gedung. Gempa juga dirasakan penghuni di gedung Gabungan Dinas (Gadis).

Sumber : SKH Radar Tarakan


Tarakan Borneo Diguncang Gempa 5,0 SR

25 Februari 2007

Dikutip dari radartarakan.com. TARAKAN – Tak banyak yang tahu, jika siang kemarin sekitar pukul 12.05, Tarakan diguncang gempa bumi. Gempa bumi tektonik itu hanya berlangsung selama 5 hingga 6 detik. Gempa tektonik ini sangat dirasakan warga yang berada di gedung-gedung bertingkat. Meski demikian gempa juga dirasakan sampai ke Berau.

Tenaga operasional Badan Metreologi dan Geofisika (BMG) Tarakan, Gusti Dahnia menjelaskan, gempa tektonik terjadi pukul 04.05.33 GMT atau pukul 12.05.33 Wita.Kekuatan gempa sendiri mencapai 5,0 skala richter (SR).

Gempa disebabkan adanya pergerakan tanah di kedalaman 44 kilometer. “Titik episentrum (pusat) gempa ini berada pada 212 kilometer barat daya Tarakan, 116,41 derajat bujur timur dan 1,80 derajat lintang utara,” beber Gusti kepada Radar Tarakan, kemarin.

Menurut dia pusat gempa tektonik ini berada di daratan sehingga tidak menimbulkan tsunami, dan (kekuatannya) SR-nya pun masih dibawah 6 SR. “Tsunami terjadi, apabila pusat gempa berada di laut dengan kekuatan diatas 6 SR,” ujarnya. Dia juga menambahkan, belum diketahui adanya informasi gempa susulan, karena data gempa diterima langsung dari BMG pusat sehingga, untuk sementara informasi lebih lanjut belum diterima.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin Kepala BMG Tarakan, Sutadi Rahardjo mengatakan gempa tektonik yang terjadi kemarin masuk kategori kuat. Namun karena episentrumnya jauh, sehingga gempa ini hanya dirasakan gedung-gedung bertingkat. Gempa ini juga juga dirasakan Kabupaten Berau, dengan goncangan yang lebih kuat 2-3 skala MMI (ukuran kekuatan, dengan melihat kerusakan yang diakibatkan gempa). “Saya sendiri, tidak merasakan gempa ini. Karena tidak berada di gedung bertingkat, sehingga saya juga sulit memprediksikan berapa besar yang dirasakan warga Tarakan, khususnya di gedung bertingkat. Tapi tidak ada yang bergeserkan, seperti televisi dan yang lainnya,” ungkap Sutadi balik bertanya.

TAK TAHU ADA GEMPA

Tidak hanya, Sutadi, Gusti yang bertugas di BMG Tarakan, kemarin juga tidak merasakan adanya gempa tersebut. Informasi gempa diketahui setelah, ada informasi dari menara bandara Juata bahwa terjadi gempa. “Saya tahunya, ada gempa setelah ditelepon petugas dari menara bandara. Langsung saya, cek data komputer,” ungkap Gusti.

Bukan hanya Sutadi dan Gusti, banyak warga lainnya juga tak tahu ada gempa. “Wah ngga ada tuh mas. Ngga ngerasa ada gempa,” kata Ririn, warga Juata Laut. Meski demikian ada beberapa warga yang ikut merasakan gempa. “Terasa kok. Bahkan saya keluar rumah. Tapi anehnya saat keluar, tetangga saya mengatakan tak ada apa-apa,” kata Susi, warga Kampung Empat. Gempa memang paling dirasakan di gedung-gedung bertingkat. Gedung Silver Radar Tarakan misalnya. Awak redaksi yang berada di lantai 3 sempat berhamburan keluar gedung. Gempa juga dirasakan penghuni di gedung Gabungan Dinas (Gadis).

Sumber : SKH Radar Tarakan


Pembukaan Dokumen Penawaran Lelang Sewa Bandwidth 2 Mb di Kota Tarakan

22 Februari 2007

Sesuai dengan Jadwal Kegiatan Pelelangan Umum oleh panitia, hari ini bertempat di Gedung Gadis II Lantai 6 Kota Tarakan berlangsung acara `Pembukaan Dokumen Penawaran` yang merupakan serangkaian kegiatan Panitia Lelang Sewa bandwidth Internet Koneksi Kota Tarakan.

Acara ini dihadiri oleh Perwakilan dari perusahaan, PT. Excelcomindo, PT. Indosat, PT. CSM, PT. DTP, Lintasarta, PT. iForte Solusi Infotek, PT. Artha Mas Cipta, dan PT. Yudhawira Khatulistiwa. Kegiatan pelelangan dengan Pagu Dana Rp. 923.901.758,- ini yang diikuti oleh 6 perusahaan yang memasukkan penawaran. Suasana sempat tegang saat satu persatu sampul penawaran dibuka oleh Panitia Lelang, apalagi saat membuka empat dokumen pertama yaitu dari PT. Aplikanusa Lintasarta (Rp. 876.383.946,-), PT. Citra Sari Makmur (Rp. 814.000.000,-), PT. Artha Mas Cipta (Rp. 809.600.000,-) dan PT. Yudhawira Khatulistiwa, (Rp. 809.600.000,-) dengan penawaran yang tidak jauh selisih harganya.

Namun saat Membuka Penawaran yang Kelima Dari PT Dwi Tunggal Putra (DTP) membuat para peserta terhenyak, saat panitia membacakan penawaran yang diajukan dengan harga Rp. 640.970.000,- yang pada akhirnya merupakan harga penawaran terkecil dari lima penawaran lainnya termasuk dokumen terakhir dari PT iForte Solusi Infotek Rp. 730.000.000,- yang menempati posisi kedua.

Suatu hal yang sangat spektakuler dan mengundang decak kagum para peserta, yakni saat mendengar bunyi penawaran dari PT. DTP tersebut diatas, yang mengajukan penawaran sewa Bandwitdh kecepatan 2Mb dengan harga sama 1Mb tahun lalu. Suatu hal yang benar-benar tidak disangka yang tentunya bisa menghemat Cost Pemerintah Daerah.

Dengan demikian, mengacu jadwal kegiatan ini, maka penetapan pememang akan di usulkan oleh Panitia Lelang dan meminta persetujuan Pengguna Anggaran untuk selanjutnya di umumkan pada Tanggal 1 Maret 2007. Rusly PDE

baca juga : Hasil Pembukaan Dokument Penawaran (pdf)

Pembukaan Dokumen Penawaran Lelang Sewa Bandwidth 2 Mb di Kota Tarakan
TarakanKota.Go.Id


Pembukaan Dokumen Penawaran Lelang Sewa Bandwidth 2 Mb di Kota Tarakan

22 Februari 2007

Sesuai dengan Jadwal Kegiatan Pelelangan Umum oleh panitia, hari ini bertempat di Gedung Gadis II Lantai 6 Kota Tarakan berlangsung acara `Pembukaan Dokumen Penawaran` yang merupakan serangkaian kegiatan Panitia Lelang Sewa bandwidth Internet Koneksi Kota Tarakan.

Acara ini dihadiri oleh Perwakilan dari perusahaan, PT. Excelcomindo, PT. Indosat, PT. CSM, PT. DTP, Lintasarta, PT. iForte Solusi Infotek, PT. Artha Mas Cipta, dan PT. Yudhawira Khatulistiwa. Kegiatan pelelangan dengan Pagu Dana Rp. 923.901.758,- ini yang diikuti oleh 6 perusahaan yang memasukkan penawaran. Suasana sempat tegang saat satu persatu sampul penawaran dibuka oleh Panitia Lelang, apalagi saat membuka empat dokumen pertama yaitu dari PT. Aplikanusa Lintasarta (Rp. 876.383.946,-), PT. Citra Sari Makmur (Rp. 814.000.000,-), PT. Artha Mas Cipta (Rp. 809.600.000,-) dan PT. Yudhawira Khatulistiwa, (Rp. 809.600.000,-) dengan penawaran yang tidak jauh selisih harganya.

Namun saat Membuka Penawaran yang Kelima Dari PT Dwi Tunggal Putra (DTP) membuat para peserta terhenyak, saat panitia membacakan penawaran yang diajukan dengan harga Rp. 640.970.000,- yang pada akhirnya merupakan harga penawaran terkecil dari lima penawaran lainnya termasuk dokumen terakhir dari PT iForte Solusi Infotek Rp. 730.000.000,- yang menempati posisi kedua.

Suatu hal yang sangat spektakuler dan mengundang decak kagum para peserta, yakni saat mendengar bunyi penawaran dari PT. DTP tersebut diatas, yang mengajukan penawaran sewa Bandwitdh kecepatan 2Mb dengan harga sama 1Mb tahun lalu. Suatu hal yang benar-benar tidak disangka yang tentunya bisa menghemat Cost Pemerintah Daerah.

Dengan demikian, mengacu jadwal kegiatan ini, maka penetapan pememang akan di usulkan oleh Panitia Lelang dan meminta persetujuan Pengguna Anggaran untuk selanjutnya di umumkan pada Tanggal 1 Maret 2007. Rusly PDE

baca juga : Hasil Pembukaan Dokument Penawaran (pdf)

Pembukaan Dokumen Penawaran Lelang Sewa Bandwidth 2 Mb di Kota Tarakan
TarakanKota.Go.Id