Kita Yang Bukan Milik Kita

24 Maret 2008

From : ntRie

Kita telah menjual diri kita kepada Allah, dihadapan kita tidak ada pilihan lain kecuali menyerahkan apa yang telah kita jual kepada yang membelinya. Dan ketika pembeli telah menerima apa yang dibelinya maka dia berhak melakukan apa saja atas apa yang dibelinya, bisa dia memelihara ataupun membunuhnya, bisa memakaikan pakaian terindah atau membuatnya telanjang.

Layakkah kita marah jika seseorang membeli seekor kambing dari kita lalu dia menyembelih kambing yang dibelinya? Pantaskah kita gundah karenanya? Sesungguhnya Allah telah membeli jiwamu dari dirimu, dan engkau berusaha menyerahkan barang yang sudah dibeli dan menerima harga yang sangat pantas, dan janganlah menyerahkan barang dagangan yang ada aibnya, sedang engkau ingin menerima harga secara utuh, Dia lah yang berkuasa atas dirimu dan bukan dirimu sendiri.


Kita Yang Bukan Milik Kita

24 Maret 2008

From : ntRie

Kita telah menjual diri kita kepada Allah, dihadapan kita tidak ada pilihan lain kecuali menyerahkan apa yang telah kita jual kepada yang membelinya. Dan ketika pembeli telah menerima apa yang dibelinya maka dia berhak melakukan apa saja atas apa yang dibelinya, bisa dia memelihara ataupun membunuhnya, bisa memakaikan pakaian terindah atau membuatnya telanjang.

Layakkah kita marah jika seseorang membeli seekor kambing dari kita lalu dia menyembelih kambing yang dibelinya? Pantaskah kita gundah karenanya? Sesungguhnya Allah telah membeli jiwamu dari dirimu, dan engkau berusaha menyerahkan barang yang sudah dibeli dan menerima harga yang sangat pantas, dan janganlah menyerahkan barang dagangan yang ada aibnya, sedang engkau ingin menerima harga secara utuh, Dia lah yang berkuasa atas dirimu dan bukan dirimu sendiri.


Rumah Bersih, "Chi" Berlimpah

17 Maret 2008

Kata chi sendiri sudah bermakna energi bersih (baik), dengan sendirinya chi akan mengalir ke area yang baik dan bersih saja. Demikian halnya rumah yang jadi tempat utama atau base kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Disadari atau tidak, rumah merupakan sarana utama kita sebagai manusia menjalankan kehidupan dalam segala aspek. Sejak masalah perencanaan keluarga, semisal soal ekonomi, karier, kesehatan, dan masa depan, sampai soal rehat dan hiburan dilakukan di tempat perlindungan ini.

Dengan demikian, rumah sangat menentukan hasil dari berbagai masalah tersebut. Rumah yang memenuhi persyaratan fengsui yang baik menghasilkan limpahan “kebaikan” bagi penghuninya, dan persyaratan fengsui yang pertama dan paling mendasar ialah kebersihan. Dapat dikatakan bahwa kebersihan adalah gerbang utama memasuki norma fengsui yang baik dan memenuhi syarat.

Tempat Usaha

Pada beberapa hunian yang difungsikan pula sebagai tempat usaha, semacam industri rumahan, masalah kebersihan sering diabaikan. Sering kali tak cukup kesempatan melakukan pembersihan seusai jam kerja. Untuk kasus ini, yaitu rumah yang difungsikan sebagai tempat usaha, tentu masih dapat dimengerti.

Akan tetapi, untuk hunian yang fungsinya semata-mata sebagai rumah tinggal, masalah kebersihan seperti yang dituntut fengsui adalah mutlak dan merupakan faktor x yang sangat menentukan bagi problem ekonomi, kebahagiaan, dan kesehatan penghuninya.

Penempatan kardus-kardus dan berbagai barang bekas lainnya yang tidak terpakai pada area kosong, apalagi di rumah bagian depan, akan menghambat (menolak) aliran chi yang akan mengalir ke dalam rumah. Sebaliknya, kondisi ini malah menciptakan energi buruk di seputar rumah yang dapat membawa penyakit, kerugian, dan bahkan kebangkrutan.

Dianjurkan untuk menyediakan lahan khusus sebagai gudang penyimpanan di setiap hunian. Tujuannya agar barang-barang bekas yang tak terpakai tidak berserakan di sembarang tempat di seputar rumah. Selain itu, agar barang-barang bekas dan tidak terpakai tersebut masuk dalam suatu sistem penyimpanan yang tertata dan rapi agar memudahkan pencariannya saat dibutuhkan. Adapun peletakan gudang yang baik adalah di areal tersembunyi di belakang sebuah rumah.

Semua upaya ini dimaksudkan agar energi buruk dapat diminimalkan dan dilokalisasi sedemikian rupa sehingga tidak memengaruhi energi baik (chi) yang bermain dan mengalir di seputar rumah.

Sumber : Kompas


Rumah Bersih, "Chi" Berlimpah

17 Maret 2008

Kata chi sendiri sudah bermakna energi bersih (baik), dengan sendirinya chi akan mengalir ke area yang baik dan bersih saja. Demikian halnya rumah yang jadi tempat utama atau base kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Disadari atau tidak, rumah merupakan sarana utama kita sebagai manusia menjalankan kehidupan dalam segala aspek. Sejak masalah perencanaan keluarga, semisal soal ekonomi, karier, kesehatan, dan masa depan, sampai soal rehat dan hiburan dilakukan di tempat perlindungan ini.

Dengan demikian, rumah sangat menentukan hasil dari berbagai masalah tersebut. Rumah yang memenuhi persyaratan fengsui yang baik menghasilkan limpahan “kebaikan” bagi penghuninya, dan persyaratan fengsui yang pertama dan paling mendasar ialah kebersihan. Dapat dikatakan bahwa kebersihan adalah gerbang utama memasuki norma fengsui yang baik dan memenuhi syarat.

Tempat Usaha

Pada beberapa hunian yang difungsikan pula sebagai tempat usaha, semacam industri rumahan, masalah kebersihan sering diabaikan. Sering kali tak cukup kesempatan melakukan pembersihan seusai jam kerja. Untuk kasus ini, yaitu rumah yang difungsikan sebagai tempat usaha, tentu masih dapat dimengerti.

Akan tetapi, untuk hunian yang fungsinya semata-mata sebagai rumah tinggal, masalah kebersihan seperti yang dituntut fengsui adalah mutlak dan merupakan faktor x yang sangat menentukan bagi problem ekonomi, kebahagiaan, dan kesehatan penghuninya.

Penempatan kardus-kardus dan berbagai barang bekas lainnya yang tidak terpakai pada area kosong, apalagi di rumah bagian depan, akan menghambat (menolak) aliran chi yang akan mengalir ke dalam rumah. Sebaliknya, kondisi ini malah menciptakan energi buruk di seputar rumah yang dapat membawa penyakit, kerugian, dan bahkan kebangkrutan.

Dianjurkan untuk menyediakan lahan khusus sebagai gudang penyimpanan di setiap hunian. Tujuannya agar barang-barang bekas yang tak terpakai tidak berserakan di sembarang tempat di seputar rumah. Selain itu, agar barang-barang bekas dan tidak terpakai tersebut masuk dalam suatu sistem penyimpanan yang tertata dan rapi agar memudahkan pencariannya saat dibutuhkan. Adapun peletakan gudang yang baik adalah di areal tersembunyi di belakang sebuah rumah.

Semua upaya ini dimaksudkan agar energi buruk dapat diminimalkan dan dilokalisasi sedemikian rupa sehingga tidak memengaruhi energi baik (chi) yang bermain dan mengalir di seputar rumah.

Sumber : Kompas