Jadi Ajang Uji Coba Petenis PON-Women’s Circuit Wali Kota Tarakan (Borneo) Open Digeber 5 Mei 2008

8 April 2008

SUBPBPON.TARAKANKOTA.GO.ID – Para petenis putri Kaltim mulai April hingga Mei berpeluang menambah pengalaman dan jam terbang sebelum tampil di PON. Yah, mereka bisa memanfaatkan rangkaian turnamen tenis internasional women’s circuit yang khusus Kaltim akan berlangsung di tiga kota Balikpapan, Tarakan dan Tanjung Selor, untuk beruji coba. Harapan ini pun diungkapkan Ketua Umum Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Tarakan Drs Ahmad Maulana MM.

Khusus Tarakan berdasarkan informasi yang diterimanya, kejuaraan tenis internasional yang masuk dalam daftar kalender resmi ITF (International Tennis Federation) itu akan digeber mulai 5 Mei di gedung tenis tertutup Telaga Keramat. Untuk itu berkaitan waktu pelaksanaan PON yang berlangsung 6-14 Juli di Kaltim, even ini diharapkannya bisa diikuti petenis Kaltim yang akan terjun di PON.

“Di kejuaraan ini mereka bisa mendapatkan lawan tanding yang seimbang karena diikuti petenis luar negeri. Jadi kami menghimbau kepada petenis nasional khususnya Kaltim, bisa tampil dengan mengikuti babak kualifikasi sebelum dilakukan main draw (undian untuk ke babak utama),” ujar Maula –sapaan akrabnya- saat ditemui Radar Tarakan di sekretariat KONI, stadion Datu Adil, kemarin pagi.

Sebagai persiapan, Pelti Tarakan kini sudah membentuk panitia kecil. Tak kalah pentingnya adalah rencana pembenahan gedung tenis tertutup Telaga Keramat sebagai venue pertandingan. Pelti berharap penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Terutama, kondisi lapangan yang kerap dikeluhkan para petenis.

“Untuk persiapan lapangan, saat ini sedang dalam proses lelang untuk rehab beberapa ruangan seperti ruang meeting, ruang atlet dan penambahan ruang mushola. Terkait kondisi lapangan, kami sedang merencanakan untuk memperbaiki sirkulasi udara serta tata cahaya lampu,” jelas Maula lagi.

Selain Tarakan, seri women’s circuit tahun ini juga bakal digelar di Balikpapan (seri pertama) dan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Untuk Balikpapan akan digelar mulai 28 April dengan total hadiah 25 Ribu USD. Sedangkan Bupati Bulungan Women’s Circuit 10 Ribu USD akan berlangsung 13 Mei setelah Wali Kota Tarakan Open. (Hmssubpbpon)

Sumber : Sub PB PON Tarakan (08 April 2008)


Jadi Ajang Uji Coba Petenis PON-Women’s Circuit Wali Kota Tarakan (Borneo) Open Digeber 5 Mei 2008

8 April 2008

SUBPBPON.TARAKANKOTA.GO.ID – Para petenis putri Kaltim mulai April hingga Mei berpeluang menambah pengalaman dan jam terbang sebelum tampil di PON. Yah, mereka bisa memanfaatkan rangkaian turnamen tenis internasional women’s circuit yang khusus Kaltim akan berlangsung di tiga kota Balikpapan, Tarakan dan Tanjung Selor, untuk beruji coba. Harapan ini pun diungkapkan Ketua Umum Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Tarakan Drs Ahmad Maulana MM.

Khusus Tarakan berdasarkan informasi yang diterimanya, kejuaraan tenis internasional yang masuk dalam daftar kalender resmi ITF (International Tennis Federation) itu akan digeber mulai 5 Mei di gedung tenis tertutup Telaga Keramat. Untuk itu berkaitan waktu pelaksanaan PON yang berlangsung 6-14 Juli di Kaltim, even ini diharapkannya bisa diikuti petenis Kaltim yang akan terjun di PON.

“Di kejuaraan ini mereka bisa mendapatkan lawan tanding yang seimbang karena diikuti petenis luar negeri. Jadi kami menghimbau kepada petenis nasional khususnya Kaltim, bisa tampil dengan mengikuti babak kualifikasi sebelum dilakukan main draw (undian untuk ke babak utama),” ujar Maula –sapaan akrabnya- saat ditemui Radar Tarakan di sekretariat KONI, stadion Datu Adil, kemarin pagi.

Sebagai persiapan, Pelti Tarakan kini sudah membentuk panitia kecil. Tak kalah pentingnya adalah rencana pembenahan gedung tenis tertutup Telaga Keramat sebagai venue pertandingan. Pelti berharap penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Terutama, kondisi lapangan yang kerap dikeluhkan para petenis.

“Untuk persiapan lapangan, saat ini sedang dalam proses lelang untuk rehab beberapa ruangan seperti ruang meeting, ruang atlet dan penambahan ruang mushola. Terkait kondisi lapangan, kami sedang merencanakan untuk memperbaiki sirkulasi udara serta tata cahaya lampu,” jelas Maula lagi.

Selain Tarakan, seri women’s circuit tahun ini juga bakal digelar di Balikpapan (seri pertama) dan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Untuk Balikpapan akan digelar mulai 28 April dengan total hadiah 25 Ribu USD. Sedangkan Bupati Bulungan Women’s Circuit 10 Ribu USD akan berlangsung 13 Mei setelah Wali Kota Tarakan Open. (Hmssubpbpon)

Sumber : Sub PB PON Tarakan (08 April 2008)


Sukses SMK 2 Tarakan Borneo Meraih Sertifikat ISO. Dari 5.000 SMK Negeri Se-Indonesia, Baru 20 Sekolah Meraih ISO

8 April 2008

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) 2 Tarakan yang sukses meraih sertifikat manajemen mutu, International Standart Organization (ISO) 9001 versi 2000 (9001:2000) tidak digapai dengan mudah. Namun, merupakan perjalanan yang panjang dan penuh keseriusan dari sekolah ini untuk meraih prestasi tersebut.

Sejak dimulai tahun 2006 lalu, sekolah kejuruan yang berorientasi keteknikan ini sudah memulai menyiapkan diri untuk mencoba menembus standar mutu yang menjadi patokan sistem manajemen kualitas. Menurut Noza Suharmaini, Sales Executive PT TUV NORD Indonesia yang menyerahkan sertifikat ini, untuk SMK 2 Tarakan, sudah melakukan persiapan sejak tahun 2006 lalu.

“Awalnya kami lakukan dahulu kelengkapan dokumen-dokumen yang kami perlukan sesuai standarisasi ISO 9001:2000. Setelah kami lihat lengkap, kamipun memulai berkoordinasi dengan pihak SMK 2 yang ingin menerapkan sistem ini sampai sejauhmana mereka menerapkannya,” kata Noza.

Noza menuturkan, sebelum tim auditor dari PT TUV NORD Indonesia melakukan pengerjaannya di bulan Desember 2007 lalu, terlebih dahulu SMKN 2 melakukan internal audit serta management review.

“Setelah itu baru auditor kami mengunjungi sekolah ini yang dilakukan pada Desember 2007 lalu, di mana hasil audit sekolah ini bagus. Setelah itu auditor kami merekomendasikan agar sekolah ini layak mendapat ISO 9001 versi 2000,” terangnya.

Dikatakannya lagi, untuk sekolah yang selevel dengan SMK di Indonesia ini, baru sekitar 20 sekolah dari 5.000-an SMK negeri yang ada.

Nah, untuk tingkatan grade pada standar ISO ini, dikatakan Noza, tidak menggunakan sistem seperti itu, “Tapi jika sekolah ini memang layak mendapatkannya atas temuan auditor kami, di mana mengaudit apakah sekolah ini menyimpang dari standar ISO atau tidak. Ternyata di SMK 2 ini tidak menyimpang dari standar ISO 9001:2000, jadi tidak ada nilai besarannya lagi,” jelas Noza.

Adapun standarisasi dari manajemen mutu ini, dikatakan Noza, meliputi kepuasan pelayanan yang dirasakan oleh pelanggan, komitmen manajemen, sistem belajar mengajar, materi dan kurikulum, kompetensi guru yang sesuai, sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran serta lainnya.

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah SMK 2 Tarakan Drs Sarmin yang ditemui Radar Tarakan mengatakan, dengan diraihnya sertifikat manajemen mutu ini, pihaknya akan semakin terbebani dalam menjalankan pengelolaan sekolah yang merupakan tuntutan dari ISO itu sendiri.

“Kami akan berupaya untuk memacu diri dalam peningkatan kinerja sekolah ini, meskipun beban yang akan dihadapi akan lebih berat dari sebelumnya,” kata Sarmin.

Lalu apakah tidak siap? Mendapat pertanyaan tersebut, Sarmin menapiknya. “Warga di sekolah kami harus siap dan tidak boleh mundur,” terangnya.

Dari perjalanan dalam meraih ISO ini, Sarmin menyebutkan ada 17 orang yang terbentuk dalam tim penyusun yang bekerja selama setahun dan didampingi oleh konsultan dari P4TK/VEDC Malang.

“Dengan kerja keras dan pengorbanan, akhirnya standarisasi kualitas bisa kami raih dan mensejajarkannya dengan perusahaan peraih ISO 9001:2000,” ujar Sarmin.(***)

Sumber : Radar Tarakan (29 Maret 2008)


Sukses SMK 2 Tarakan Borneo Meraih Sertifikat ISO. Dari 5.000 SMK Negeri Se-Indonesia, Baru 20 Sekolah Meraih ISO

8 April 2008

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) 2 Tarakan yang sukses meraih sertifikat manajemen mutu, International Standart Organization (ISO) 9001 versi 2000 (9001:2000) tidak digapai dengan mudah. Namun, merupakan perjalanan yang panjang dan penuh keseriusan dari sekolah ini untuk meraih prestasi tersebut.

Sejak dimulai tahun 2006 lalu, sekolah kejuruan yang berorientasi keteknikan ini sudah memulai menyiapkan diri untuk mencoba menembus standar mutu yang menjadi patokan sistem manajemen kualitas. Menurut Noza Suharmaini, Sales Executive PT TUV NORD Indonesia yang menyerahkan sertifikat ini, untuk SMK 2 Tarakan, sudah melakukan persiapan sejak tahun 2006 lalu.

“Awalnya kami lakukan dahulu kelengkapan dokumen-dokumen yang kami perlukan sesuai standarisasi ISO 9001:2000. Setelah kami lihat lengkap, kamipun memulai berkoordinasi dengan pihak SMK 2 yang ingin menerapkan sistem ini sampai sejauhmana mereka menerapkannya,” kata Noza.

Noza menuturkan, sebelum tim auditor dari PT TUV NORD Indonesia melakukan pengerjaannya di bulan Desember 2007 lalu, terlebih dahulu SMKN 2 melakukan internal audit serta management review.

“Setelah itu baru auditor kami mengunjungi sekolah ini yang dilakukan pada Desember 2007 lalu, di mana hasil audit sekolah ini bagus. Setelah itu auditor kami merekomendasikan agar sekolah ini layak mendapat ISO 9001 versi 2000,” terangnya.

Dikatakannya lagi, untuk sekolah yang selevel dengan SMK di Indonesia ini, baru sekitar 20 sekolah dari 5.000-an SMK negeri yang ada.

Nah, untuk tingkatan grade pada standar ISO ini, dikatakan Noza, tidak menggunakan sistem seperti itu, “Tapi jika sekolah ini memang layak mendapatkannya atas temuan auditor kami, di mana mengaudit apakah sekolah ini menyimpang dari standar ISO atau tidak. Ternyata di SMK 2 ini tidak menyimpang dari standar ISO 9001:2000, jadi tidak ada nilai besarannya lagi,” jelas Noza.

Adapun standarisasi dari manajemen mutu ini, dikatakan Noza, meliputi kepuasan pelayanan yang dirasakan oleh pelanggan, komitmen manajemen, sistem belajar mengajar, materi dan kurikulum, kompetensi guru yang sesuai, sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran serta lainnya.

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah SMK 2 Tarakan Drs Sarmin yang ditemui Radar Tarakan mengatakan, dengan diraihnya sertifikat manajemen mutu ini, pihaknya akan semakin terbebani dalam menjalankan pengelolaan sekolah yang merupakan tuntutan dari ISO itu sendiri.

“Kami akan berupaya untuk memacu diri dalam peningkatan kinerja sekolah ini, meskipun beban yang akan dihadapi akan lebih berat dari sebelumnya,” kata Sarmin.

Lalu apakah tidak siap? Mendapat pertanyaan tersebut, Sarmin menapiknya. “Warga di sekolah kami harus siap dan tidak boleh mundur,” terangnya.

Dari perjalanan dalam meraih ISO ini, Sarmin menyebutkan ada 17 orang yang terbentuk dalam tim penyusun yang bekerja selama setahun dan didampingi oleh konsultan dari P4TK/VEDC Malang.

“Dengan kerja keras dan pengorbanan, akhirnya standarisasi kualitas bisa kami raih dan mensejajarkannya dengan perusahaan peraih ISO 9001:2000,” ujar Sarmin.(***)

Sumber : Radar Tarakan (29 Maret 2008)