Pesona Wisata dan Budaya Malinau (Borneo)

31 Juli 2009

Pesona Wisata dan Budaya Malinau (Borneo)Selama ini dunia intenasional hanya mengenal Bali sebagai salah satu tujuan utama pariwisata mereka. Padahal Indonesia tidak hanya Bali, masih banyak tempat-tempat lain yang memilki keindahan alam yang tak kalah cantiknya dengan Bali.

Salah satu derah yang juga tak kalah eksotisnya adalah, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Malinau merupakan kabupaten terbesar di Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.

Untuk memperkenalkan keindahan alam yang ada di Malinau kepada masyarakat luas, Pemerintah daerah kabupaten Malinau, Minggu ( 28/6 )menggelar pesona wisata dan kebudayaan Kabupaten Malinau, di Anjungan Kalimantan Timur, Taman Mini Indonesia Indah.

M. Peter Yadi, PLT Kabag Humas dan Protokol Pemda Kabupaten Malinau, menerangkan, acara tersebut juga sejalan dengan program pemda Kalimantan Timur yang belum lama ini mencanangkan Visit East Borneo.

“Dalam acara ini, akan ditampilkan tari-tarian khas Malinau yang kesemua penarinya didatangkan langsung dari Malinau. Selain itu, ada juga stan yang menjual produk-produk khas Malinau, seperti tas rajutan, keripik buah, sampai madu asli Malinau,” terang Peter, saat di temui di Ajungan Kalimantan Timur, TMII, Jakarta, Minggu ( 28/6 ). Pada pagelaran tersebut, hadir juga Bupati Malinau, Martin Bila , dan beberapa Duta Besar dari negara sahabat.

Pesona Wisata dan Budaya Malinau (Borneo)Acara tersebut juga dimaksudkan untuk memperkenalkan berbagai pariwisata alam yang dimiliki oleh kabupaten Malinau, seperti arus liar yang ada di sungai sungai tugu dan sungai Bahaowulu, air terjun Martin Bila, air panas Semolon. “Masyarakat dapat melihat rumah adat asli dari masyarakat Malinau atau biasa di sebut Lamin Adat. Ada juga kuburan batu yang sudah ada beratus-ratus tahun lalu,” ujarnya.

Selain itu, kata Peter, karena Malinau satu-satu kabupaten yang memproklamirkan diri sebagai kapubaten konservasi, dengan demikian wisatawan dapat menikmati berbagai kekayaan flora dan fauna yang tidak dimiliki daerah lain. “Ada juga tempat penelitian laut Birai, tempat penelitian flora dan fauan Kain mentarang,” terangnya.

Peter menerangkan untuk saat ini, jumlah wisatawan yang datang masih sangat sedikit. “Kebanyakan adalah peneliti asing, sekitar 20 orang pertahun. Sedangkan untuk wisatan domestik lebih sedikit lagi,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di Malinau, terlebih jika melalui jalur darat. “Kalau dari bandara Internasional di Balikpapan, kita harus transit dulu di Tarakan baru melanjutkan dengan pesawat kecil. Kalau melalui jalur darat, dari ibu kota propinsi butuh waktu 24 jam. Dan itu juga harus menggunakan jalur off road,” lontar dia.

Dengan digelarnya acara ini, Peter mewakili Pemda Kabupaten Malinau berharap, semakin banyak pengunjung yang datang ke Malinau, ia juga menghimbau agar pemerintah pusat lebih memperhatikan kekayaan yang ada di Malinau. “Malinau mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, jika dieksplorasi lagi akan banyak membawa keuntungan bagi banyak pihak,” tandasnya.

Sumber : Travel.Kompas.com (28 Juni 2009)

Wisata SEO Sadau Kontes SEO Aristia Wida Rukmi


Pesona Wisata dan Budaya Malinau (Borneo)

31 Juli 2009

Pesona Wisata dan Budaya Malinau (Borneo)Selama ini dunia intenasional hanya mengenal Bali sebagai salah satu tujuan utama pariwisata mereka. Padahal Indonesia tidak hanya Bali, masih banyak tempat-tempat lain yang memilki keindahan alam yang tak kalah cantiknya dengan Bali.

Salah satu derah yang juga tak kalah eksotisnya adalah, Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Malinau merupakan kabupaten terbesar di Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.

Untuk memperkenalkan keindahan alam yang ada di Malinau kepada masyarakat luas, Pemerintah daerah kabupaten Malinau, Minggu ( 28/6 )menggelar pesona wisata dan kebudayaan Kabupaten Malinau, di Anjungan Kalimantan Timur, Taman Mini Indonesia Indah.

M. Peter Yadi, PLT Kabag Humas dan Protokol Pemda Kabupaten Malinau, menerangkan, acara tersebut juga sejalan dengan program pemda Kalimantan Timur yang belum lama ini mencanangkan Visit East Borneo.

“Dalam acara ini, akan ditampilkan tari-tarian khas Malinau yang kesemua penarinya didatangkan langsung dari Malinau. Selain itu, ada juga stan yang menjual produk-produk khas Malinau, seperti tas rajutan, keripik buah, sampai madu asli Malinau,” terang Peter, saat di temui di Ajungan Kalimantan Timur, TMII, Jakarta, Minggu ( 28/6 ). Pada pagelaran tersebut, hadir juga Bupati Malinau, Martin Bila , dan beberapa Duta Besar dari negara sahabat.

Pesona Wisata dan Budaya Malinau (Borneo)Acara tersebut juga dimaksudkan untuk memperkenalkan berbagai pariwisata alam yang dimiliki oleh kabupaten Malinau, seperti arus liar yang ada di sungai sungai tugu dan sungai Bahaowulu, air terjun Martin Bila, air panas Semolon. “Masyarakat dapat melihat rumah adat asli dari masyarakat Malinau atau biasa di sebut Lamin Adat. Ada juga kuburan batu yang sudah ada beratus-ratus tahun lalu,” ujarnya.

Selain itu, kata Peter, karena Malinau satu-satu kabupaten yang memproklamirkan diri sebagai kapubaten konservasi, dengan demikian wisatawan dapat menikmati berbagai kekayaan flora dan fauna yang tidak dimiliki daerah lain. “Ada juga tempat penelitian laut Birai, tempat penelitian flora dan fauan Kain mentarang,” terangnya.

Peter menerangkan untuk saat ini, jumlah wisatawan yang datang masih sangat sedikit. “Kebanyakan adalah peneliti asing, sekitar 20 orang pertahun. Sedangkan untuk wisatan domestik lebih sedikit lagi,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di Malinau, terlebih jika melalui jalur darat. “Kalau dari bandara Internasional di Balikpapan, kita harus transit dulu di Tarakan baru melanjutkan dengan pesawat kecil. Kalau melalui jalur darat, dari ibu kota propinsi butuh waktu 24 jam. Dan itu juga harus menggunakan jalur off road,” lontar dia.

Dengan digelarnya acara ini, Peter mewakili Pemda Kabupaten Malinau berharap, semakin banyak pengunjung yang datang ke Malinau, ia juga menghimbau agar pemerintah pusat lebih memperhatikan kekayaan yang ada di Malinau. “Malinau mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, jika dieksplorasi lagi akan banyak membawa keuntungan bagi banyak pihak,” tandasnya.

Sumber : Travel.Kompas.com (28 Juni 2009)

Wisata SEO Sadau Kontes SEO Aristia Wida Rukmi


NTB (Indonesia) Dirikan Pasar Mutiara Pertama di Dunia

31 Juli 2009

NTB (Indonesia) Dirikan Pasar Mutiara Pertama di DuniaNusa Tenggara Barat (NTB) berambisi menjadikan kawasannya sebagai Pasar Internasional Mutiara. Kalau benar terwujud, baru inilah satu-satunya pasar internasional mutiara di dunia.

“Insya Allah akan kami mulai tahun 2010,” demikian diungkap Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (2/7).

Zainul mengatakan, selama ini mutiara sudah menjadi ikon NTB. “Siapa pun yang datang ke sana pasti pulang beli mutiara,” ungkapnya.

Mutiara, lanjut Zainul, mulai dikembangkan di NTB sejak tahun 1990-an. Pada waktu itu, ada pihak dari Jepang melihat kualitas air laut dan air tawar di NTB sangat cocok untuk budidaya mutiara. “Mutiara NTB sangat bagus. Mutiara yang ada di Spanyol, Hongkong, ataupun di Jepang merupakan mutiara dari NTB,” tuturnya.

Atas dasar itulah, Zainul optimistis dengan dibukanya pasar internasional mutiara ini masyarakat NTB akan semakin maju. “Industri mutiara di tempat kami mulai dari hulu ke hilir. Mulai dari pembudidayaan sampai ke produk jadi,” tutur Zainul.

Bagi siapa pun yang ingin membeli mutiara disediakan banyak mutiara dengan berbagai harga. “Mulai dari yang pakai sertifikat sampai ke tempat sentra-sentra kerajinan rakyat. Mulai ratusan ribu sampai jutaan. Mau mutiara yang dibuat cincin, kalung, gelang, tasbih, tusuk konde, atau bentuk lainnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Gita Ariadi yang mendampingi Zainul.

Untuk mendukung mempromosikan ikon NTB ini, istri Presiden RI, Ani Yudhoyono, akan menanam bibit mutiara sekaligus menobatkan 10 Miss Pearl (Putri Mutiara) dari 10 provinsi di Indonesia. Penobatan akan berlangsung pada 6 Juli di Lombok yang masih satu paket dengan peluncuran Visit Lombok Sumbawa 2012 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber : Travel.Kompas.com (2 Juli 2009)

Wisata SEO Sadau Kontes SEO Aristia Wida Rukmi