GRESIK, KOMPAS.com–Kesenian Hadrah Bawean yang berasal dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur rawan diklaim oleh Malaysia (Malingsia), ini lantaran berdasar laporan yang diterima Dewan Kesenian Gresik dari warga Bawean di Malaysia, kesenian tersebut mulai menjadi incaran untuk diklaim.
Ketua Dewan Kesenian Gresik, Kris Aji, saat dikonfirmasi, Senin, membenarkan, adanya laporan mulai adanya pengeklaiman kesenian tersebut.
Untuk itu ia telah mendesak kepada Pemkab Gresik untuk segera mempatenkan kesenian Hadrah Bawean yang dikhawatirkan akan bernasib sama dengan dua kesenian yang diklaim oleh Malaysia, Tari Pendet dan Reog Ponorogo.
Orang Bawean di Malaysia atau biasa disebut orang Buyan sendiri khawatir, karena banyak warga Indonesia yang merantau di Malaysia mulai beralih status menjadi warga Malaysia dan mengenalkan kesenian Hadrah Bawean itu kepada pemerintah setempat.

“Mereka tertarik mengenalkan alat kesenian tersebut karena merasa mendapat dukungan dan diperhatikan, utamanya dari segi permodalan dari “Pemerintah Malaysia,” katanya.
Berdasar data tercatat sedikitnya ada 120 ribu orang Buyan di Malaysia, mereka tergabung dalam Persatuan Bawean Malaysia (PBM). Dari jumlah tersebut sebenarnya anggota PBM 40 ribu orang saja. Sebab, yang jadi anggota yang sudah jadi warga negara Malaysia.
Sementara 80 ribu masih anggota istimewa, karena masih berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
Seni hadrah atau yang biasa disebut kompangan oleh penduduk Malaysia merupakan seni menabuh terbang, sambil menyanyikan lagu-lagu Islami yang biasanya kesenian itu ditampilkan dalam setiap acara perkawinan atau hajatan. Di Malaysia sendiri sedikitnya ada 47 kelompok hadrah.
Kris Aji mengemukakan, usulan untuk pematenan Hadrah Bawean sendiri telah dilaporkan DKG kepada Dewan Kesenian Provinsi Jatim untuk ditindaklanjuti ke Pemerintah Pusat.
Selama ini peran Pemkab Gresik dinilai kurang begitu peduli terhadap perlindungan kesenian khas Gresik dengan memberikan hak paten.
Padahal itu perlu, jangan justru setelah diklaim negara lain baru berkoar-koar, kata Kris Aji yang juga dikenal sebagai pelukis yang sudah lebih dari 50 kali menggelar pameran di antaranya di Anjungan Yogyakarta, TMII Jakarta, dan Galeri Ancol Jakarta.
“Apa fungsinya dibentuk dinas pariwisata dan kebudayaan jika tidak bisa menjaga kesenian dan kebudayaannya sendiri,” katanya menegaskan.
Ia mengemukakan, selain Hadrah Bawean, sebenarnya masih banyak kesenian Gresik yang harus segera dipatenkan di antaranya seni tradisi Damar Kurung, Pencak Macan, Beduk Tetet, Jaran Jinggo, Tari Pesisir Rancar Pertiwi. “Hampir semua kesenian di Gresik belum dipatenkan,” katanya.
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Gresik, Nur Sukartika mengaku, baru satu kesenian Gresik yang dipatenkan yakni Damarkurung, sementara untuk lainnya masih belum dilakukan.
Ia juga belum bersedia memberikan penjelasan terkait alasan apa yang mendasari belum dipatenkannya sejumlah kesenian di Gresik.
Sumber : KOMPAS.com (8 September 2009)

12 September 2009 pukul 3:00 am |
Kita serumpun,Sebangsa,SeAgama,sedarah-Daging,cubit peha kira,peha kanan kan terasa juga.
Mohon ampun & maaf jika ada keterlanjuran antara kita, sebagai rakyat Malaysia saya begitu marah jika negara lain dihina terutamanya Jiran SeAgama seBangsa. Saya amat percaya, saya mengubah dan memutarbelitkan bait kata2 lagu Indonesia itu bukan orang Malaysia tetapi orang lain yang bencikan perdamaian serta keakraban kedua negara kita. Wahai saudaraku di Indonesia,aku tak mahu seganding Iran & Iraq,walau hanya berselang ketiak tetapi tak sebulu.Amerika & Yahudi tak pernah senang & tak pernah puas jika Islam itu UTUH & bangsa lain itu lebih beroleransi antara mereka. Maka provokasi demi provokasi terbentuk akhirnya perang yang tidak tahu Siapa yang SYAHIDNYA kerana seagama.
Jgn juga kita seperti Kuwait & Iraq, bertutur bunyi bagai Indon & Malaysia tetapi perang juga akhirnya angkara Yahudi & Amerika, soalannya kenapa Iraq yg terus menjadi mangsa sehingga Saddam digantung sula. Semuanya angkara takutnya Amerika & Yahudi yang kononnya akan bangkit satu @ dua kumpulan bangsa yang kekuatannya mampu mengatasi mereka, kekuatan Islam itulah paling digeruni.Jika Indonesia & Malaysia terus bersatu hati & seterusnya berkongsi kekuatan jasmani,rohani & ketenteraan serta Jihat Islam, maka Amerika & Yahudi sudah melihat akan kebangkitan satu bangsa yang mampu mengubah POLA pandangan DUNIA.
Maka kedua-dua bangsaku, marilah kita bersatu demi, Agama Bangsa & Negara. SESUNGGUHNYA yang HINA itu bukan dari Malaysia maupun Indonesia tetapi dari Musuh kita.
Sekian..Salam kasih sayang dari aku Anak Malaysia bersalahsilah darah Indonesia juga. Kembalikanlah kedamaian…Amin
25 November 2009 pukul 8:10 am |
inilah yg selama ini saya takuti kenapa begitu cepat kita naik pitam lantaran kebudayaan kita di akui dinegara lain yg serumpun, puak melayu dari dulu terkenal agamais, santun,lembut, gotong royong,segala sesuatu bermusyawarah, indonesia dan malaysia adalah bangsa yg besar dan mayoritasnya Islam. inilah yg kekuatan yg sangat ditakuti musuh musuh kita. kenapa kita berselisih paham bukankah kita harusnya bangga dengan kebudayaan indonesia diperdengarkan,ditunjukkan disyiarkan oleh negara tetangga. wong yg memainkannya juga orang indonesia yg mencari nafkah di malaysia.. dari itu mari kita tingkatkan persaudaraan antara kita.. kita satu rumpun, ibarat kakak beradik yg terpisah jauh nun diseberang sana,
salam damai