Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H
27 November 2009Terong, Antioksidan dan Pengikat Zat Besi
26 November 2009
SAYURAN yang satu ini tak asing lagi di telinga. Bentuknya yang khas dengan warnanya yang ungu membuatnya mudah dikenali dari sayuran lainnya.
Tahukah Anda bahwa terong mempunyai sifat antioksidan yang baik karena kandungan fitonutriennya mengandung komponen fenol seperti caffeic, asam klorogenik serta flavonoid seperti nasunin?
Para peneliti dari US Agricultural Service di Beltsville, Maryland menyatakan komponen fenol dalam terong berkhasiat sebagai antioksidan. Selain fenol, di dalam terong terdapat komponen lain yang bersifat melindungi tubuh dari infeksi bakteri dan jamur.
Meskipun terong bervariasi, tapi ternyata di dalam semua variasi terdapat kandungan fenol yang predominan yaitu asam klorogenik. Selain sebagai antiradikal bebas, komponen asam ini juga berfungsi sebagai antikanker, antimikroba dan anti LDL serta antiviral.
Selain asam klorogenik, komponen flavonoid seperti nasunin juga merupakan antioksidan serta pemberi proteksi membran sel tubuh terhadap radikal bebas dengan memberikan makanan bergizi bagi otak. Membran sel di dalam otak mengandung lipid yang tidak hanya memproteksi sel tubuh dari radikal bebas tapi juga mengabsorbsi nutrisi untuk tubuh dan membuang hasil metabolisme tubuh.
Nasunin juga berfungsi sebagai pengikat zat besi jika terjadi kelebihan zat besi di dalam tubuh. Zat besi memang baik untuk fungsi imunitas dan transport oksigen dalam tubuh. Tapi jika berlebihan, zat besi di dalam tubuh akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.
Wanita yang masih mengalami menstruasi akan kehilangan zat besi setiap bulannya sehingga risiko mengidap penyakit jantung akan lebih kecil. Tetapi pada wanita yang sudah menopause dan juga para pria, zat besi tidak mudah dikeluarkan sehingga bisa terjadi penumpukan di dalam tubuh.
Untuk itu, nasunin yang bersifat mengikat zat besi ini bisa mengurangi pembentukan radikal bebas dan melindungi kerusakan sel tubuh serta mengurangi kerusakan akibat radikal bebas di sendi-sendi tubuh.
Sumber : Tribun Kaltim (24 November 2009)
Tips Menghadapi Musim Hujan
23 November 2009
Musim hujan telah tiba. Selain payung masih banyak yang harus disiapkan agar musim hujan ini tidak mengganggu aktifitas Anda.
Payung merupakan alat yang wajib di bawa ketika musim hujan tiba. Jangan sampai aktifitas Anda terganggu karena tidak membawa payung.
Jangan lupa membawa jaket untuk berjaga-jaga. Tentunya suhu udara akan turun drastis saat musim hujan. Terlebih lagi saat Anda di kantor, suhu AC akan semakin menusuk tulang di saat hujan tiba.
Jagalah kesehatan Anda pada musim hujan karena penyakit seperti flu, batuk, hingga demam kerap menjadi penyakit yang datang pada musim hujan. Minumlah vitamin agar Anda tetap fit.
Selain itu jagalah tubuh dengan tidak memforsir tubuh Anda. Kelelahan sering menjadi salah satu faktor Anda jatuh sakit. Perbanyak minum air hangat untuk melawan suhu dingin.
Pastikan kendaraan Anda dalam keadaan fit sehingga tidak mogok di jalan. Lakukan tune up di bengkel langganan untuk menghindari telat penggantian spare part kendaraan Anda.
Bagi Anda yang mengendarai mobil, pastikan lampu kendaraan, wiper dan AC dalam keadaan baik. Karena bila bermasalah, maka akan menghambat perjalanan Anda. Sedangkan Anda yang mengendarai motor, selalu siapkan jas hujan.
Ada baiknya Anda mengetahui jalur alternatif. Gunanya adalah untuk menghindari jalur-jalur yang terkena banjir. Jangan sekali-kali menerobos banjir yang tinggi. Hal ini dapat membuat kendaraan Anda mogok karena banjir. (kee/kee)
Sumber : detikHot (13 November 2009)
Malaysia Akui Kontribusi TKI
22 November 2009
Malaysia (Malingsia) mengakui keberadaan Tenaga Kerja Indonesia-TKI diberbagai sektor memberikan kontribusi yang sangat besar.
Tenaga Kerja Indonesia-TKI di Malaysia, jumlahnya tergolong besar dibanding dari negara-negara lain. Bidang pekerjaan yang digeluti pun beragam, mulai dari sektor rumah tangga hingga pendidikan.
Konsulat Malaysia untuk Indonesia di Pontianak, M Zaeri M Basri mengatakan, negara Malaysia tidak menampik bahwa tenaga kerja asal Indonesia memberikan kontribusi besar bagi negara Malaysia, misalnya saja pada warga negara Indonesia yang bekerja di sektor industri dan rumah tangga.
M zari M Basri menambahkan, pemerintah Malaysia pun tidak serta merta mempekerjakan warga negara Indonesia tanpa kepastian hukum yang jelas. Salah satunya dibuktikan dengan kepemilikan UU yang mengatur tindak hukum dilingkungan kerja.
Konsulat Malaysia untuk Indonesia di Pontianak sendiri mencatat terhitung pada bulan Januari hingga akhir tahun 2009 ini sebanyak 2,5 juta tenaga kerja Indonesia illegal bekerja di Malaysia dan telah dideportasi.
M Zaeri M Basri mengatakan, tenaga kerja Indonesia harus dilengkapi dengan dokumen yang syah sebelum bekerja di Malaysia karena dokumen tersebutlah yang nantinya akan membuktikan kejelasan status syah TKI saat berhadapan dengan hukum apabila terjadi tindakan kekerasan oleh majikan mereka. (Retno Manadasri/DS)
Sumber : Pro3RRI (22 November 2009)

Ditulis oleh ard1z
Ditulis oleh ard1z
Ditulis oleh ard1z 