Kalimantan Borneo Indonesia

24 April 2009

Borneo adalah pulau ketiga terbesar di dunia, pulau Borneo terdiri dari negara Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Borneo Indonesia dikenal dengan Kalimantan. Kalimantan memiliki luas 2/3 dari pulau Borneo namun dari pencarian google untuk kata borneo lebih banyak menemukan link dari Malaysia. Maka perlu kiranya meningkatkan trik SEO untuk kata borneo di semua website/blog dengan link dari wilayah-wilayah Indonesia khususnya Kalimantan.

Pemerintah, Swasta, individu dan kita semua rakyat Indonesia harus melakukan trik SEO ini agar wilayah-wilayah di Kalimantan gampang ditemukan di Internet. Inilah adalah sebuah tantangan buat kita semua sebagai warga Indonesia pada umumnya dan penghuni pulau Kalimantan khususnya. Sudahkah Anda berbuat untuk negerimu Indonesia ??? Ayo dukung progam SEO Borneo ini, dan jadikan tantangan buat diri Anda sebagai hadiah untuk Republik Indonesia. Kalo bukan sekarang, kapan lagi ???

Kalimantan - Borneo oh Borneo Dukung juga Wisata SEO Sadau sebagai Wisata Borneo


Rekaman Percakapan Kajari Tilamuta Gorontalo

17 Oktober 2008
Rekaman Percakapan Kajari Tilamuta Gorontalo

Rekaman Percakapan Kajari Tilamuta Gorontalo

Buat yang blom punya silahkan download di sini hanya sebesar 2.75 MB. Berikut cuplikan isi rekaman percakapan Kajari Tilamuta Gorontalo (mohon di koreksi juga yah):

SAYA NGGA MAU
BUPATI KALAU MAO NGANTER, NGANTER SENDIRI KESAYA.
KALAU BUPATI NGGAK MAO NGANTER, SAYA GA MAO TERIMA.
BIARIN SAJA APA ADANYA
KASIH TAHU KE PAK IWAN,
SAYA PERANG SAJA SEKARANG
NGGAK DIKASIH UANG JUGA NGGAK APA-APA.
SAYA BONGKAR SEMUA KASUSNYA NANTI.
SAYA BUAT TEAM SENDIRI NIH,
SAYA BUAT TEAM MALAM INI DAH..
SAYA BONGKAR SEMUANYA AJA DAH
BIAR MASUK SEMUA MASUK BARU TAHU SIAPA SAYA.
SAYA JENGKEL BENER LOH,
APA SIH HANDOYO DATANG BAWA-BAWA DUIT SEGITU?
KAN MENGHINA SAYA ITU.
PALING NGASIH 15 JUTA. BUAT PROYEKNYA MILIAR-MILIARAN.
HANDOYO KALAU NGASIH SAYA DI BAWAH 50.
SAYA NGGAK AKAN TERIMA DIA. KASIH TAHU DIA.
SAYA DIJANJIIN DIA 50 JUTA.
DIA NGOMONG SENDIRI.
KALAU DIA MAU NGASIH 20.
NGAK USAH TEMUIN SAYA.
SAYA TANGKAP DIA NANTI.
SAYA TERSINGGUNG BANGET. HERMAN NGASIHNYA 2 JUTA.
SAYA ITU DIKASIH DUIT NOMOR 2 SILAHRURAHMI
KAMU LIAT MUKA SAYA. SAYA KERASNYA SETENGAH MATI PAK.
SAYA ORANGNYA TAKUT SAMA TUHAN.
CUMAN DI BALIK KERASNYA SAYA ORANGNYA BAIK.
CUMAN SAYA JANGAN DI, KAYAK APA YAH.
SAYA KERAS DIKIT ITU SAYA NGGA MAU, SAYA KAJARI KO.
SUBAN, SUBAN KAN TAU SIFAT SAYA, SAYA KERASNYA SETENGAH MATI
SAYA MAU KENAL SAMA RAHMAN SAMA SUBAN TAPI
SAYA JUGA PUNYA HARGA DIRI DONG.
MASA POLISI DAPAT SEMUA, DARI KAPOLDA SEMUA PROYEK DAPAT.
KITA TIDAK DIIKUT-IKUTKAN. SUDAH RIBUT-RIBUT BARU DIKASIH. UHH SAYA NGGA MAU BEGITU.
KASIH TAU PAK IWAN. PERANG SAYA SEKARANG SAMA PEMDA
SAYA TIDAK AKAN DATANG MENGHADIRI ACARA ATAU,
KASIH TAHU SEMUA KE BUPATI.
BIAR PAK IWAN TAHU, BIAR PAK IWAN MINTA MAAF KE SAYA, LEWAT ANAK BUAHNYA ITU.
SAYA NGGAK MAU SEKARANG SAYA TIDAK AKAN DATANG PADA ACARA APAPUN DARI PEMDA.
MAU DIA CANCEL MAU DIA PESEN SILAHKAN TERIMA.
SAYA TIDAK ADA URUSAN LAGI SAMA PAK IWAN.
KALO MISALNYA PAK IWAN NGASIH.
KARTU LEBARAN SEDIKITPUN, TAPI SEKARANG GA ADA CERITA.
DIA KALO CUMAN NGASIH 20, GA USAH NGASIH SEKALIAN, NGGA ADA GUNA BAGI SAYA.
JANGAN BAIK SAMA POLISI. KEJAKSAAN LEBIH HEBAT GEBERAKANNYA DARI POLISI KALAU SOAL KORUPSI. KITA LEBIH PINTAR DARI POLISI. POLISI ITU BODOH SEMUA.
KAPOLRES JUGA GA ADA APA-APANYA KOK, BAGI SAYA ILMUNYA KOK.
KARNA YANG MEMANG MEREKA ITU APA, BUKAN DIBAGIAN HUKUM, MEREKA ITU HANYA KEKERASAN DIA ITU PERKARA-PERKARA PENCURIAN DI TETANGGA.
KALO SPESIAL KORUPSI, KITA YANG PUNYA SEPSIALISASI ITU, ITU TINGGAL BERIKAN AJA KETUA KPK KE NOTARIS JAKSA ITU KO.

Ratmadi Saptondo = Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

Iwan Bokings = Bupati Boalemo.

Subandrio = Staf Bupati.


Kenapa Dapat THR ???

13 September 2008

Date: Thu, 27 Sep 2007 03:58:23 +0100 (BST)
From: “Micko Neng” cabulina_euy@*****.com
Subject: Kenapa dapat THR ???

bener ga sih ?

Bagi yang Muslim dapat THR LEBARAN
Bagi yang Nasrani dapat THR NATAL, dst.

Mengapa THR itu hak karyawan …..?????.

Sambil menunggu THR…, berikut sekilas tentang asal muasal THR.:)

Mengapa THR menjadi hak karyawan?

Misalkan Gaji per-bulan : Rp. 5 Juta.
Maka Gaji per-minggu : Rp. 1,25 Juta.
(Sebulan ada 4 Minggu, sehingga 5 Juta dibagi 4 = 1.25 juta)

Dalam setahun ada 52 minggu.
Gaji 1 tahun = Gaji 52 minggu = 52 x 1,25 juta = Rp. 65.000.000
Gaji 1 tahun = 12 bulan x 5 Juta = Rp. 60.000.000

Selisih = Rp 5.000.000

Ternyata ada selisih Rp. 5.000.000,- Inilah yang disebut THR atau gaji ke-13.

Makanya, jangan ge-er dulu bila memperoleh THR…, itu memang uang kita sendiri.

Sumber : Ardiz.BlogSpot.Com


Berbagi Cinta

13 September 2008

Date: Sat, 11 Aug 2007 12:59:21 +0700 (ICT)
From: Mohamad Fahrizal
Subject: Terusan: Fw: Fwd: [prajabipb_2005] Berbagi cinta

Rekan-rekan, Bila setelah membaca tulisan ini anda merasa ada manfaatnya, mohon anda kirim ke sahabat, saudara, dan siapapun yang anda kenal. Harapan saya semoga hal itu menjadi Tabungan Epos atau amal kebaikan buat anda dan juga saya. Terima kasih

Salam Epos

Jamil Azzaini
Inspirator; SUkses-Mulia

Berbagi Cinta
oleh; Jamil Azzaini

Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Berbagi dana, pakaian layak pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk material lainnya. Jawaban itu boleh jadi karena pengaruh ide materilistik yang telah mengglobal. Mengukur segala sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata. Pengalaman nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbentuk material.

Setiap tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim.

Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah bernama Nina. “Nina, apa yang anakku mau sayang” begitu ayah saya membuka percakapan. “Nina mau baju baru?, sepatu baru?,
tas baru? Atau apa nak? tambah ayah saya. “Nggak ah… ntar om marah” jawab Nina. “nggak sayang, om tidak akan marah” ayah saya menimpali. ”Nggak ah… ntar om marah” Nina mengulang jawabannya.

Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan orang tua saya semakin menjadi. Maka dia dekati lagi Nina sambil berkata, ”ayo nak katakan apa yang kamu minta sayang” ”Tapi janji ya om tidak marah” jawab Nina manja. ”Om janji tidak akan marah
sayang” tegas ayah saya. ”Bener om tidak akan marah” sahut Nina agak ragu. Ayah saya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia setuju untuk tidak marah Nina menatap tajam wajah ayah saya. Sementara ayah saya berpikir, apa gerangan yang diminta oleh Nina. “Seberapa mahal sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah’ pikir ayah
saya. Sambil tersenyum orang tua saya mengatakan “ayo nak, katakan, jangan takut, om tidak akan marah nak.”

Dengan terus menatap wajah ayah saya, Nina berkata; ”bener ya om tidak marah.” Sekali lagi ayah saya mengganggukan kepala. Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaanya ”om, boleh nggak saya memanggil ayah” Mendengar jawaban itu, tak kuasa ayah saya membendung air
matanya. Segera dia peluk Nina dan mengatakan ” tentu anakku.. tentu anakku…mulai hari ini Nina boleh memanggil ayah, bukan om” Sambil memeluk erat ayah saya, dengan terisak Nina berkata ”terima kasih ayah… terima kasih ayah…

Hari itu, adalah hari yang tak akan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum memberikan sesuatu yang berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang, ayah saya berkata kepada Nina ”anakku, sebelum
lebaran nanti ayah akan datang lagi kemari bersama ibu, apa yang kamu minta nak?” ”Khan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil ayah” sergah Nina.

”Nina masih boleh minta lagi sama ayah. Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti akan ayah kasih.” Sambil memegang tangan ayah saya, Nina memohon ”nanti kalau ayah datang sama ibu ke sini, saya minta ayah bawa foto bareng ayah, ibu dan kakak-kakak, boleh khan ayah?”
Tiba-tiba kaki orang tua saya lunglai, dia terduduk, bersimpuh di depan Nina. Dia peluk lagi Nina sambil bertanya; ”buat apa foto itu nak?” Tanpa ragu Nina menjawab “Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto ayah Nina, ini ibu Nina, ini kakak-kakak Nina.” Ayah
saya memeluk Nina semakin erat, seolah ia tak mau berpisah dengan seorang bocah yang menjadi guru kehidupan di hari itu.

Terima kasih Nina, walau usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta. Berbagilah cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata. Berbagilah cinta, maka kehidupan anda akan lebih bermakna. Berbagilah cinta agar orang lain
merasakan keberadaan anda di dunia.

Jamil Azzaini adalah Inspirator Sukses-Mulia dan penulis buku Best Seller Kubik Leadership; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup

Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu Pena lebih tajam dari pedang Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid

pustaka tani
nuraulia

Chusnul Arif

Sumber : Ardiz.BlogSpot.Com